OOOOoooohhh.... lihatlah puisi-puisi sexy warna warni wira wiri melenggak lenggok di atas kanvas kertas
"Hanya koran bar-bar yang tak memberi ruang kepada puisi." ~ HB Jassin

Saturday, 2 August 2008

SENDIRI ~ Ahda Imran

Ketika aku menulis kata-kata ini,
kau entah berada di mana. Daun-daun melayang
dalam angin. Udara basi dan bau kuburan
sendiri aku berjalan dengan sepatu basah,
dengan pikiran yang lelah dan terancam. Berdiri
di dermaga, laut dan ombak memberiku sebuah malam
dan sehelai rambutmu. Gerimis dan kapal-kapal
Pengungsi yang menangis,

Nos dulcia linguimus arva,
nos patriam fugimus*)

Ketika aku menulis kata-kata ini,
aku berada di sebuah rumah makan yang kotor
sop yang dingin dan meja-meja yang lengang
aku teringat Naryo yang membungkus seluruh dirinya
dengan kain hitam, seperti Rapiah yang ditinggalkan
kau entah berada di mana. Senja dan pepohonan
menyimpan tubuhku dalam dengung hujan, arloji
yang jatuh, dan suara-suara sepatu yang menyeramkan
seorang anak datang padaku dengan bonekanya
yang buntung. Malam mengeluh di rambutku...

1999

0 comments:

 

teknorati

Add to Technorati Favorites

sitemeter

wholinkstome

blogtoplist vote

blogtoplist

blogdirectori

BRDTracker